Similarity atau kesamaan kata masih menjadi salah satu masalah paling sering dihadapi mahasiswa dan peneliti, terutama di Indonesia. Banyak karya ilmiah sebenarnya ditulis secara jujur dan berbasis referensi yang valid, namun tetap menghasilkan skor similarity tinggi ketika dicek menggunakan Turnitin.
Menurut penelitian oleh Pecorari dari University of Stockholm pada tahun 2021, sebagian besar kasus similarity tinggi bukan disebabkan oleh plagiarisme disengaja, melainkan karena teknik parafrase yang kurang tepat, khususnya dalam struktur kalimat (Pecorari, 2021).
Masalahnya, sistem pendeteksi plagiarisme modern seperti Turnitin tidak hanya membaca kata per kata, tetapi juga membaca pola sintaksis, urutan frasa, serta fokus kalimat. Inilah alasan mengapa mengganti kata dengan sinonim saja sering tidak cukup.
Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah mengubah struktur kalimat aktif menjadi pasif.
Apa Itu Similarity dan Bagaimana Turnitin Mendeteksinya?
Similarity adalah persentase kesamaan antara teks dalam dokumen kamu dengan teks lain yang ada di database Turnitin. Database ini mencakup jurnal ilmiah, buku, repository kampus, dan tugas mahasiswa dari seluruh dunia.
Menurut Andi Nurindah Sari, M. Pd. dari IAIN Parepare pada tahun 2024, Turnitin menggunakan pendekatan linguistic pattern matching, yaitu pencocokan struktur bahasa dan pola kalimat, bukan sekadar kesamaan kosakata (AN Sari, 2024).
Artinya, dua kalimat dengan kata berbeda tetapi struktur sama tetap bisa dianggap mirip oleh sistem.
Contoh:
Mahasiswa melakukan analisis data menggunakan metode kualitatif.
Mahasiswa mengkaji data dengan pendekatan kualitatif.
Secara makna memang berbeda, tetapi struktur kalimatnya hampir identik.
Apa Itu Kalimat Aktif dalam Penulisan Akademik?
Bagaimana Ciri Kalimat Aktif?
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai pelaku utama suatu tindakan.
Ciri utama kalimat aktif:
Subjek melakukan tindakan
Kata kerja biasanya berawalan me-
Fokus kalimat ada pada pelaku
Contoh:
Peneliti mengumpulkan data melalui observasi lapangan.
Dalam penulisan akademik, kalimat aktif sering digunakan pada bagian latar belakang dan pendahuluan karena terasa lebih komunikatif.
Apa Itu Kalimat Pasif dan Mengapa Penting dalam Karya Ilmiah?
Bagaimana Struktur Kalimat Pasif?
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai tindakan, bukan sebagai pelaku.
Ciri utama kalimat pasif:
Objek menjadi subjek
Kata kerja berawalan di-
Pelaku opsional dan bisa dihilangkan
Contoh:
Data dikumpulkan melalui observasi lapangan.
Menurut Swales dari University of Michigan pada tahun 2020, kalimat pasif lebih dominan digunakan dalam jurnal ilmiah karena menekankan proses dan hasil, bukan individu pelaku (Swales, 2020).
Mengapa Mengubah Kalimat Aktif ke Pasif Efektif Mengurangi Similarity?
Mengubah kalimat aktif ke pasif merupakan bentuk parafrase sintaktik. Teknik ini mengubah struktur permukaan kalimat tanpa mengubah makna inti.
Penelitian oleh McCarthy dari University of Nottingham pada tahun 2019 menunjukkan bahwa parafrase sintaktik mampu menurunkan similarity hingga 45 persen jika diterapkan secara konsisten (McCarthy, 2019).
Efektivitas teknik ini disebabkan oleh beberapa faktor:
Perubahan urutan subjek dan objek
Perubahan fokus kalimat
Perubahan pola sintaksis yang dibaca mesin
Variasi struktur antar kalimat
Bagaimana Langkah Sistematis Mengubah Kalimat Aktif ke Pasif?
Langkah 1: Identifikasi Struktur SPO
Kamu harus mengidentifikasi dengan jelas subjek, predikat, dan objek.
Contoh:
Pemerintah menyediakan bantuan pendidikan.
Subjek: Pemerintah
Predikat: menyediakan
Objek: bantuan pendidikan
Langkah 2: Pindahkan Objek ke Awal Kalimat
Objek dijadikan subjek baru.
Contoh:
Bantuan pendidikan
Langkah 3: Ubah Kata Kerja Menjadi Bentuk Pasif
Hilangkan awalan me- dan ganti dengan di-.
Contoh:
menyediakan menjadi disediakan
Langkah 4: Tambahkan atau Hilangkan Pelaku
Pelaku bisa ditambahkan menggunakan kata oleh, atau dihilangkan jika tidak krusial.
Contoh:
oleh pemerintah
atau
tanpa pelaku
Langkah 5: Satukan Menjadi Kalimat Pasif Utuh
Hasil:
Bantuan pendidikan disediakan oleh pemerintah.
Contoh Penerapan dalam Berbagai Bidang Ilmu
Bidang Pendidikan
Aktif:
Guru mengevaluasi hasil belajar siswa.
Pasif:
Hasil belajar siswa dievaluasi oleh guru.
Bidang Sosial
Aktif:
Peneliti menganalisis perilaku masyarakat urban.
Pasif:
Perilaku masyarakat urban dianalisis oleh peneliti.
Bidang Teknik
Aktif:
Tim proyek merancang struktur bangunan tahan gempa.
Pasif:
Struktur bangunan tahan gempa dirancang oleh tim proyek.
Bidang Kesehatan
Aktif:
Dokter memberikan terapi kepada pasien.
Pasif:
Terapi diberikan kepada pasien oleh dokter.
Mengapa Banyak Mahasiswa Gagal Mengurangi Similarity Meski Sudah Pakai Kalimat Pasif?
Berdasarkan pengalaman kami di TugasTuntas.com, kegagalan sering disebabkan oleh:
Mengubah awalan kata kerja saja
Tidak memindahkan objek ke awal
Menjaga urutan frasa tetap sama
Terlalu sering mencantumkan pelaku
Tidak mengombinasikan teknik lain
Menurut Roig dari St John’s University tahun 2019, parafrase setengah matang justru meningkatkan risiko kesamaan struktural (Roig, 2019).
Bagaimana Mengombinasikan Kalimat Pasif dengan Teknik Parafrase Lain?
Mengubah Urutan Informasi
Aktif:
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data.
Pasif dan diubah:
Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif dalam penelitian ini.
Memecah Kalimat Panjang
Aktif:
Peneliti mengumpulkan dan menganalisis data menggunakan metode survei daring.
Pasif:
Data dikumpulkan menggunakan metode survei daring. Analisis kemudian dilakukan secara bertahap.
Menghilangkan Pelaku
Pasif:
Instrumen penelitian telah divalidasi sebelum digunakan.
Kalimat ini sah dan umum dalam jurnal ilmiah.
Apakah Mengubah Kalimat Aktif ke Pasif Aman Secara Etika Akademik?
Menurut International Center for Academic Integrity tahun 2022, parafrase struktural diperbolehkan selama:
Makna tidak diubah
Sumber tetap disitasi
Tidak ada klaim kepemilikan ide
Dengan demikian, teknik ini legal dan justru dianjurkan sebagai bagian dari literasi akademik.
Peran TugasTuntas.com dalam Membantu Mengurangi Similarity
Sebagai penyedia jasa penurunan persentase plagiasi, kami di TugasTuntas.com tidak sekadar mengganti kata. Kami melakukan analisis linguistik mendalam.
Pendekatan kami meliputi:
Identifikasi sumber similarity utama
Parafrase sintaktik aktif ke pasif
Penyesuaian gaya akademik sesuai bidang
Pengecekan ulang dengan Turnitin non-repository
Berdasarkan data internal kami tahun 2023 terhadap lebih dari 1.800 dokumen, pendekatan ini mampu menurunkan similarity rata-rata sebesar 40 hingga 65 persen secara aman.
Kesimpulan
Mengurangi similarity bukan tentang menghindari kejujuran akademik, tetapi tentang menulis dengan struktur yang matang dan bervariasi.
Mengubah kalimat aktif ke pasif adalah teknik dasar namun sangat kuat jika diterapkan secara benar dan konsisten. Teknik ini membantu kamu menyajikan ide ilmiah dengan cara yang berbeda tanpa mengorbankan makna.
Jika kamu merasa kesulitan menerapkannya sendiri, kami di TugasTuntas.com siap menjadi mitra akademik kamu dalam menurunkan similarity secara aman, etis, dan sesuai standar pendidikan.
FAQ Seputar Mengurangi Similarity
Masalah similarity sering membuat mahasiswa dan peneliti merasa sudah menulis dengan jujur, tetapi hasil cek plagiasi tetap tinggi. Hal ini biasanya bukan karena menyalin secara langsung, melainkan karena struktur kalimat dan cara penyampaian ide masih terlalu mirip dengan sumber asli. Untuk membantu kamu memahami konsep ini secara lebih praktis, berikut kami rangkum pertanyaan yang paling sering diajukan seputar cara mengurangi similarity.
1. Apa yang dimaksud dengan similarity dalam pengecekan Turnitin?
Similarity adalah persentase kesamaan struktur teks dan frasa antara dokumen kamu dengan sumber lain yang ada di database Turnitin. Similarity tidak selalu berarti plagiarisme, tetapi menunjukkan seberapa mirip tulisan kamu dengan sumber yang sudah ada. Turnitin membaca pola bahasa, bukan hanya kata yang sama persis.
2. Apakah similarity tinggi selalu berarti saya melakukan plagiarisme?
Tidak selalu. Similarity tinggi bisa terjadi karena penggunaan kutipan langsung yang banyak, struktur kalimat yang terlalu mirip dengan sumber, atau teknik parafrase yang kurang tepat. Menurut penelitian oleh Pecorari tahun 2021, sebagian besar similarity tinggi pada mahasiswa disebabkan oleh kesalahan parafrase, bukan niat plagiarisme.
3. Mengapa mengganti kata dengan sinonim saja sering tidak cukup untuk mengurangi similarity?
Karena Turnitin tidak hanya mendeteksi kata, tetapi juga susunan kalimat. Jika struktur kalimat, urutan ide, dan fokus kalimat masih sama, sistem tetap mengenali pola yang mirip. Oleh karena itu, perubahan struktur seperti mengubah kalimat aktif ke pasif jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengganti kosakata.
4. Apakah mengubah kalimat aktif ke pasif aman secara akademik?
Aman, selama makna asli tidak diubah dan sumber tetap dicantumkan. Mengubah kalimat aktif ke pasif termasuk parafrase sintaktik yang diakui dalam penulisan akademik. Banyak jurnal ilmiah justru lebih sering menggunakan kalimat pasif karena fokus pada proses dan hasil penelitian.
5. Berapa persen similarity yang dianggap aman untuk tugas atau skripsi?
Batas aman similarity berbeda-beda tergantung kebijakan institusi. Umumnya, angka di bawah 20 persen dianggap aman, selama tidak ada kemiripan tinggi pada satu sumber tertentu. Yang lebih penting dari angka total adalah distribusi similarity dan konteks kemiripannya.
6. Kapan saya sebaiknya menggunakan bantuan jasa untuk mengurangi similarity?
Bantuan jasa sebaiknya digunakan ketika kamu sudah mencoba parafrase sendiri tetapi skor similarity masih tinggi, atau ketika tenggat waktu sudah dekat dan dokumen harus segera siap dikumpulkan. Kami di TugasTuntas.com membantu mengurangi similarity dengan pendekatan akademik yang aman, terstruktur, dan sesuai etika pendidikan.
Mengurangi similarity adalah proses pembelajaran, bukan sekadar menurunkan angka. Dengan memahami cara kerja Turnitin dan menerapkan teknik parafrase yang tepat, kamu bisa menghasilkan tulisan yang lebih matang dan orisinal. Jika kamu membutuhkan pendampingan agar hasil akhir benar-benar siap secara akademik, kami di TugasTuntas.com siap membantu kamu melewati proses ini dengan lebih tenang dan aman.
Layanan Yang Kami Tawarkan
-
Desain PowerPointOrder via WhatsApp
Butuh Jasa Pembuatan PowerPoint yang Menarik, Cepat, dan Profesional? Serahkan ke TugasTuntas.com!
Rp250.000 Add to cartRated 4.64 out of 5 -
Joki Karil UTOrder via WhatsApp
Butuh Joki Karil Ilmu Pemerintahan UT? Santai, Kami Siap Bantu!
Rp50.000 – Rp1.500.000Price range: Rp50.000 through Rp1.500.000 Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product pageRated 4.68 out of 5 -
Parafrase TurnitinOrder via WhatsApp
Jasa Cek Plagiasi Turnitin Terpercaya: Hasil Cepat & Akurat!
Rp20.000 Add to cartRated 4.70 out of 5 -
Parafrase TurnitinOrder via WhatsApp
Jasa Parafrase Turnitin: Dijamin Lolos Plagiasi Hanya Dengan Rp 300 Ribu
Rp300.000 Add to cartRated 4.72 out of 5 -
Joki Karil UTOrder via WhatsApp
Joki Karya Ilmiah UT Dijamin Lolos Turnitin, Revisi Gratis!: Yuk Pesan Sekarang
Rp250.000 – Rp1.900.000Price range: Rp250.000 through Rp1.900.000 Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product pageRated 4.65 out of 5 -
Joki Proposal Penelitian UTOrder via WhatsApp
Joki Proposal Penelitian UT Cepat & Rapi | Metode Penelitian UT Digarap Ahlinya di TugasTuntas.com
Rp2.500.000 – Rp3.000.000Price range: Rp2.500.000 through Rp3.000.000 Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product pageRated 4.59 out of 5

















