Systematic Literature Review (SLR)
Systematic Literature Review atau yang lebih dikenal dengan SLR menjadi salah satu metode penelitian yang semakin populer dalam dunia akademik. Tidak hanya digunakan oleh mahasiswa S1, metode ini juga menjadi pendekatan utama dalam penelitian tesis, disertasi, hingga publikasi jurnal internasional bereputasi.
Namun, banyak mahasiswa dan peneliti yang masih merasa kesulitan ketika harus menyusun SLR yang sesuai standar ilmiah. Mulai dari proses pencarian artikel, seleksi literatur, dokumentasi alur penelitian menggunakan PRISMA 2020, hingga analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Jika kamu sedang menyusun skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, atau publikasi jurnal dan ingin memahami bagaimana membuat Systematic Literature Review menggunakan PRISMA 2020 dan VOSviewer secara benar, artikel ini akan membahasnya secara lengkap dari sudut pandang praktisi dan akademisi.
Selain itu, kami juga akan menjelaskan bagaimana layanan TugasTuntas.com dapat membantu kamu menyusun SLR yang sistematis, valid, dan siap digunakan untuk kebutuhan akademik maupun publikasi ilmiah.
Apa Itu Systematic Literature Review (SLR)?
Systematic Literature Review adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis hasil penelitian yang relevan terhadap suatu topik tertentu secara sistematis, transparan, dan dapat direplikasi.
Berbeda dengan literature review biasa yang cenderung bersifat naratif, SLR memiliki prosedur yang jelas dan terdokumentasi sehingga mampu meminimalkan bias penelitian.
Menurut Kitchenham dan Charters (2007), Systematic Literature Review merupakan metode yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, serta menginterpretasikan seluruh bukti penelitian yang relevan terhadap pertanyaan penelitian tertentu.
Dalam bidang pendidikan, SLR sering digunakan untuk:
- Mengidentifikasi tren penelitian terbaru
- Mengetahui kesenjangan penelitian atau research gap
- Menemukan metode pembelajaran yang efektif
- Menganalisis perkembangan teknologi pendidikan
- Menentukan arah penelitian lanjutan
Penelitian oleh Snyder (2019) menunjukkan bahwa penggunaan systematic review mampu meningkatkan kualitas sintesis penelitian karena seluruh proses dilakukan secara terstruktur dan dapat diverifikasi oleh peneliti lain.
Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila banyak jurnal internasional bereputasi Scopus dan Web of Science mulai mensyaratkan penggunaan metode SLR dibandingkan literature review konvensional.
Mengapa PRISMA 2020 Menjadi Standar dalam SLR?
Ketika melakukan Systematic Literature Review, salah satu tantangan terbesar adalah memastikan proses seleksi artikel dilakukan secara transparan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, para peneliti mengembangkan PRISMA atau Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses.
PRISMA pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009 dan kemudian diperbarui menjadi PRISMA 2020 untuk menyesuaikan perkembangan metode penelitian modern.
Menurut Page et al. (2021), pembaruan PRISMA 2020 dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaporan systematic review sehingga lebih transparan dan mudah direplikasi.
PRISMA 2020 terdiri dari beberapa komponen utama:
- Identification
- Screening
- Eligibility
- Included Studies
Keempat tahapan tersebut biasanya divisualisasikan dalam bentuk flow diagram yang menunjukkan jumlah artikel pada setiap tahap seleksi.
Melalui PRISMA 2020, pembaca dapat mengetahui:
- Berapa jumlah artikel awal yang ditemukan
- Berapa artikel yang dihapus karena duplikasi
- Berapa artikel yang dieliminasi saat screening
- Berapa artikel yang memenuhi kriteria akhir
Dengan demikian, validitas penelitian menjadi lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Apa Saja Tahapan Membuat SLR dengan PRISMA 2020?
Dalam praktiknya, pembuatan SLR menggunakan PRISMA 2020 terdiri dari beberapa tahapan penting.
Menentukan Topik dan Research Question
Langkah pertama adalah menentukan fokus penelitian yang jelas.
Misalnya dalam bidang pendidikan:
“Bagaimana pengaruh Artificial Intelligence terhadap proses pembelajaran di perguruan tinggi?”
Atau:
“Bagaimana efektivitas penggunaan Learning Management System pada pembelajaran jarak jauh?”
Research question yang spesifik akan memudahkan proses pencarian literatur.
Menurut Booth et al. (2016), research question yang baik harus memiliki batasan yang jelas agar proses systematic review lebih terarah.
Menentukan Database Penelitian
Setelah research question ditentukan, langkah berikutnya adalah memilih database sumber artikel.
Database yang umum digunakan antara lain:
- Scopus
- Web of Science
- ScienceDirect
- SpringerLink
- IEEE Xplore
- ERIC
- Google Scholar
Dalam penelitian akademik, Scopus dan Web of Science sering dianggap sebagai database dengan kualitas publikasi tertinggi.
Penelitian oleh Falagas et al. (2008) menunjukkan bahwa database Scopus memiliki cakupan jurnal yang lebih luas dibandingkan beberapa database ilmiah lainnya.
Menyusun Strategi Pencarian Artikel
Tahap berikutnya adalah membuat keyword pencarian.
Contoh:
(“Artificial Intelligence” OR “AI”) AND (“Higher Education” OR “University”)
Atau:
(“Online Learning”) AND (“Learning Management System”)
Penggunaan operator Boolean seperti AND, OR, dan NOT sangat penting untuk mendapatkan hasil pencarian yang relevan.
Bagaimana Melakukan Screening Artikel Menggunakan PRISMA 2020?
Setelah artikel berhasil dikumpulkan, proses screening dilakukan secara bertahap.
Menghapus Artikel Duplikat
Artikel yang sama sering muncul pada beberapa database.
Karena itu, seluruh artikel perlu diperiksa menggunakan software seperti:
- Mendeley
- Zotero
- EndNote
Tahapan ini bertujuan menghilangkan data yang berulang.
Screening Judul dan Abstrak
Artikel yang tidak sesuai dengan topik penelitian dieliminasi berdasarkan judul dan abstraknya.
Misalnya penelitian tentang pendidikan dasar tidak relevan untuk penelitian pendidikan tinggi.
Full Text Review
Artikel yang lolos screening kemudian dibaca secara menyeluruh.
Pada tahap ini peneliti menentukan apakah artikel benar-benar memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Penyusunan Diagram PRISMA
Seluruh proses kemudian dituangkan dalam diagram PRISMA 2020.
Diagram ini menjadi bukti transparansi proses seleksi literatur.
Apa Itu VOSviewer dan Mengapa Penting dalam SLR?
Selain melakukan sintesis literatur, saat ini banyak peneliti menggunakan pendekatan bibliometrik untuk memperkuat hasil penelitian.
Salah satu software yang paling populer adalah VOSviewer.
VOSviewer dikembangkan oleh Van Eck dan Waltman dari Leiden University Belanda.
Software ini digunakan untuk memvisualisasikan hubungan antar publikasi ilmiah berdasarkan:
- Co-authorship
- Co-citation
- Bibliographic coupling
- Keyword co-occurrence
Menurut Van Eck dan Waltman (2010), visualisasi bibliometrik membantu peneliti memahami struktur intelektual suatu bidang penelitian secara lebih mendalam.
Karena itulah penggunaan VOSviewer semakin banyak ditemukan pada jurnal-jurnal Scopus Q1 dan Q2.
Bagaimana Cara Menggunakan VOSviewer dalam Penelitian SLR?
Setelah artikel terpilih melalui proses PRISMA, data bibliografi dapat diekspor ke VOSviewer.
Mengunduh Metadata Artikel
Metadata biasanya diperoleh dari:
- Scopus CSV
- Web of Science TXT
- RIS File
Data tersebut kemudian diimpor ke dalam software VOSviewer.
Membuat Network Visualization
Visualisasi pertama yang paling sering digunakan adalah network visualization.
Grafik ini menunjukkan hubungan antar keyword atau penulis.
Semakin dekat posisi node, semakin kuat hubungan antar elemen tersebut.
Membuat Overlay Visualization
Overlay visualization menunjukkan perkembangan topik penelitian berdasarkan tahun publikasi.
Melalui visualisasi ini, peneliti dapat melihat tren penelitian terbaru.
Sebagai contoh, topik Artificial Intelligence dan Machine Learning mengalami peningkatan signifikan dalam penelitian pendidikan sejak tahun 2021.
Membuat Density Visualization
Density visualization digunakan untuk melihat area penelitian yang paling banyak dikaji.
Semakin terang warna yang muncul, semakin tinggi intensitas penelitian pada topik tersebut.
Bagaimana Mengidentifikasi Research Gap Menggunakan VOSviewer?
Salah satu manfaat terbesar VOSviewer adalah membantu menemukan research gap.
Research gap merupakan celah penelitian yang belum banyak dieksplorasi oleh peneliti sebelumnya.
Menurut Creswell dan Creswell (2018), identifikasi research gap merupakan fondasi utama dalam pengembangan penelitian baru.
Melalui visualisasi keyword, peneliti dapat mengetahui:
- Topik yang sangat populer
- Topik yang mulai berkembang
- Topik yang masih jarang diteliti
Misalnya dalam penelitian pendidikan digital, kata kunci seperti:
- Artificial Intelligence
- Adaptive Learning
- Learning Analytics
mungkin memiliki keterkaitan yang masih lemah dengan topik tertentu.
Kondisi tersebut dapat menjadi peluang penelitian baru yang memiliki kontribusi ilmiah tinggi.
Mengapa SLR dengan PRISMA dan VOSviewer Semakin Populer dalam Dunia Pendidikan?
Bidang pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami perkembangan penelitian sangat cepat.
Setiap tahun ribuan artikel baru diterbitkan mengenai:
- Teknologi pembelajaran
- Kurikulum
- Artificial Intelligence
- Pendidikan inklusif
- E-learning
- Assessment digital
Tanpa metode yang sistematis, sangat sulit bagi peneliti untuk memahami keseluruhan perkembangan ilmu tersebut.
Penelitian oleh Xiao dan Watson (2019) menegaskan bahwa systematic review memungkinkan peneliti memperoleh gambaran komprehensif mengenai perkembangan suatu bidang ilmu.
Ketika dikombinasikan dengan VOSviewer, hasil penelitian menjadi lebih kaya karena tidak hanya memberikan sintesis naratif tetapi juga visualisasi data ilmiah.
Apa Saja Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat SLR?
Meskipun terlihat sederhana, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa maupun peneliti.
Research Question Terlalu Luas
Topik yang terlalu umum menyebabkan jumlah artikel menjadi sangat besar dan sulit dianalisis.
Tidak Menggunakan Database Bereputasi
Mengandalkan Google Scholar saja sering kali menghasilkan kualitas literatur yang tidak konsisten.
Tidak Menjelaskan Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Padahal kriteria tersebut merupakan inti dari metode systematic review.
Diagram PRISMA Tidak Lengkap
Banyak penelitian hanya mencantumkan jumlah artikel akhir tanpa menjelaskan proses seleksi.
Analisis VOSviewer Tidak Mendalam
Sebagian peneliti hanya menampilkan gambar visualisasi tanpa interpretasi ilmiah yang memadai.
Padahal visualisasi harus dihubungkan dengan teori dan tujuan penelitian.
Bagaimana TugasTuntas.com Membantu Pembuatan SLR dengan PRISMA 2020 dan VOSviewer?
Menyusun Systematic Literature Review yang berkualitas membutuhkan waktu, pengalaman, dan pemahaman metodologi yang kuat.
Banyak mahasiswa mengalami kendala seperti:
- Sulit mencari artikel Scopus yang relevan
- Bingung membuat strategi pencarian
- Kesulitan menyusun diagram PRISMA 2020
- Tidak memahami interpretasi VOSviewer
- Kesulitan menemukan research gap
- Kesulitan menulis hasil analisis akademik
Melalui layanan TugasTuntas.com, kami membantu proses penyusunan SLR secara profesional dan akademis.
Tim kami memiliki pengalaman dalam:
- Penyusunan Systematic Literature Review
- Analisis Bibliometrik
- PRISMA 2020 Flow Diagram
- Visualisasi VOSviewer
- Pemetaan Research Gap
- Penyusunan Artikel Scopus
- Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Kami memahami bahwa setiap penelitian memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang kami gunakan selalu disesuaikan dengan kebutuhan penelitian kamu.
Mulai dari tahap pencarian literatur hingga interpretasi hasil VOSviewer, seluruh proses dilakukan secara sistematis dan sesuai standar akademik internasional.
Mengapa Mahasiswa dan Peneliti Perlu Menguasai SLR di Era Artificial Intelligence?
Saat ini jumlah publikasi ilmiah meningkat sangat cepat.
Menurut data UNESCO Institute for Statistics, jutaan artikel ilmiah diterbitkan setiap tahunnya di berbagai disiplin ilmu.
Di era Artificial Intelligence, kemampuan mencari dan menyaring informasi menjadi kompetensi yang sangat penting.
SLR membantu peneliti mengubah ribuan artikel menjadi pengetahuan yang terstruktur dan dapat digunakan untuk menghasilkan penelitian baru.
Kemampuan ini tidak hanya bermanfaat untuk menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga menjadi keterampilan penting dalam karier penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Karena itulah banyak universitas ternama dunia seperti Harvard University, Stanford University, University of Oxford, hingga Leiden University menjadikan systematic review sebagai bagian penting dalam pendidikan riset modern.
Kesimpulan: Bagaimana Cara Membuat SLR yang Berkualitas dengan PRISMA 2020 dan VOSviewer?
Systematic Literature Review merupakan metode penelitian yang sangat efektif untuk memahami perkembangan suatu bidang ilmu secara komprehensif.
Dengan menggunakan PRISMA 2020, proses seleksi artikel menjadi lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sementara itu, VOSviewer membantu peneliti memvisualisasikan hubungan antar penelitian sehingga lebih mudah menemukan tren dan research gap.
Kombinasi antara PRISMA 2020 dan VOSviewer saat ini telah menjadi standar dalam banyak publikasi ilmiah bereputasi internasional, terutama pada bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, manajemen, dan ilmu sosial.
Jika kamu sedang menyusun skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, atau publikasi jurnal dan membutuhkan bantuan dalam pembuatan Systematic Literature Review dengan PRISMA 2020 serta analisis VOSviewer, kami di TugasTuntas.com siap membantu.
Dengan pengalaman dalam berbagai bidang penelitian dan dukungan tim yang memahami metodologi akademik secara mendalam, kami membantu kamu menghasilkan SLR yang sistematis, valid, dan sesuai standar publikasi ilmiah modern.
Referensi
Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic approaches to a successful literature review. Sage Publications.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Falagas, M. E., Pitsouni, E. I., Malietzis, G. A., & Pappas, G. (2008). Comparison of PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar. FASEB Journal, 22(2), 338–342.
Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering. Keele University.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Van Eck, N. J., & Waltman, L. (2010). Software survey: VOSviewer, a computer program for bibliometric mapping. Scientometrics, 84(2), 523–538.
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112.












