Artikel Jurnal Ditolak (Rejected)
Kalau kamu pernah submit artikel ke jurnal—terutama jurnal internasional—lalu hasilnya rejected, besar kemungkinan masalahnya bukan di topik penelitian kamu, tapi di cara kamu menyampaikan ide tersebut lewat bahasa. Ini sering banget terjadi, bahkan pada penulis yang sebenarnya punya riset bagus.
Sebagai orang yang sering berkutat di dunia akademik, kami bisa bilang dengan jujur: bahasa itu bukan sekadar “pelengkap”, tapi penentu apakah penelitian kamu dipahami atau tidak oleh reviewer.
Menurut riset oleh RAM Sahputri, BS Haryono (2021) dari Universitas Brawijaya, lebih dari 60% penolakan awal (desk rejection) pada jurnal internasional disebabkan oleh masalah komunikasi ilmiah—bukan kualitas data. Artinya, ide bagus bisa “gagal total” hanya karena cara penulisannya kurang tepat.
Nah, di artikel ini kami bakal bahas secara mendalam—dengan gaya santai tapi tetap ilmiah—kenapa masalah bahasa jadi penyebab utama artikel ditolak, dan yang lebih penting: gimana cara kamu mengatasinya secara realistis.
Kenapa Masalah Bahasa Bisa Menyebabkan Jurnal Ditolak?
Banyak penulis mengira reviewer hanya fokus pada substansi penelitian. Faktanya, bahasa adalah gerbang pertama yang menentukan apakah tulisanmu layak dibaca lebih lanjut atau tidak.
Dalam praktik editorial, terutama pada jurnal bereputasi, editor sering melakukan desk review sebelum masuk ke tahap peer review. Jika dari awal bahasa sudah bermasalah, artikel bisa langsung ditolak tanpa melihat isi.
Bahasa = Representasi Kualitas Penelitian
Bahasa akademik bukan sekadar formalitas. Ia mencerminkan:
- Kemampuan berpikir logis
- Ketelitian penulis
- Kredibilitas penelitian
Jika tulisan penuh typo, grammar berantakan, atau kalimat tidak jelas, reviewer akan menganggap:
“Kalau menulis saja tidak rapi, apakah penelitiannya juga demikian?”
Ini bukan sekadar asumsi—ini realitas dalam dunia akademik.
Penyebab Jurnal Ditolak karena Masalah Bahasa
Mari kita bedah satu per satu faktor utama yang sering menyebabkan artikel ditolak dari sisi bahasa.
Bahasa Tidak Akademik dan Kurang Formal
Bahasa akademik memiliki karakteristik:
- Objektif
- Tidak emosional
- Tidak menggunakan bahasa sehari-hari
Namun banyak penulis masih menggunakan gaya seperti:
- “Penelitian ini sangat penting banget…”
- “Hasilnya cukup menarik sih…”
Kalimat seperti ini tidak sesuai dengan standar jurnal ilmiah.
Contoh:
Kalimat kurang akademik:
Penelitian ini penting banget karena banyak orang belum tahu.
Versi akademik:
Penelitian ini penting karena masih terdapat kesenjangan pengetahuan pada topik tersebut.
Perbedaan kecil, tapi dampaknya besar.
Struktur Kalimat Tidak Jelas dan Berbelit
Masalah klasik lainnya adalah kalimat terlalu panjang dan tidak fokus.
Ciri-ciri:
- Satu kalimat terdiri dari banyak klausa
- Ide utama tidak jelas
- Membingungkan pembaca
Dampak:
Reviewer harus membaca ulang untuk memahami maksudmu. Ini menurunkan kualitas persepsi artikel secara keseluruhan.
Padahal dalam penulisan akademik, prinsip utamanya adalah:
Clarity over complexity (kejelasan lebih penting daripada kerumitan)
Kesalahan Grammar dan Typo
Ini adalah penyebab paling umum, terutama pada jurnal internasional.
Kesalahan seperti:
- Tenses tidak konsisten
- Subject-verb agreement salah
- Typo berulang
Akan langsung terlihat sebagai tanda kurangnya profesionalitas.
Contoh:
The result show that the method are effective.
Seharusnya:
The results show that the method is effective.
Kesalahan kecil, tapi fatal.
Tidak Mengikuti Style Guide Jurnal
Setiap jurnal punya aturan sendiri, seperti:
- APA, MLA, Chicago
- Format sitasi
- Struktur penulisan
Banyak artikel ditolak hanya karena:
- Referensi tidak sesuai format
- Struktur tidak mengikuti template jurnal
- Penulisan heading tidak konsisten
Ini disebut technical rejection, dan sering terjadi bahkan sebelum reviewer membaca isi.
Paragraf Tidak Koheren
Koherensi adalah hubungan antar kalimat dalam satu paragraf.
Masalah yang sering terjadi:
- Loncat ide
- Tidak ada transisi
- Argumen tidak runtut
Akibatnya, tulisan terasa “lompat-lompat” dan sulit diikuti.
Mengapa Reviewer Sangat Sensitif terhadap Bahasa?
Pertanyaan penting: kenapa sih reviewer begitu “ketat” soal bahasa?
Jawabannya sederhana: efisiensi dan standar ilmiah.
Reviewer Bukan Editor Bahasa
Reviewer fokus pada:
- Validitas metode
- Kebaruan penelitian
- Kontribusi ilmiah
Jika mereka harus memperbaiki bahasa, itu bukan tugas mereka.
Bahasa Buruk = Hambatan Pemahaman
Jika reviewer tidak bisa memahami isi karena bahasa buruk:
- Mereka tidak bisa menilai penelitianmu secara objektif
- Akhirnya, opsi paling aman adalah: reject
Solusi Mengatasi Masalah Bahasa pada Artikel Jurnal
Sekarang kita masuk ke bagian paling penting: solusi.
Gunakan Jasa Proofreading Profesional
Ini adalah solusi paling efektif.
Proofreader akademik akan membantu:
- Memperbaiki grammar
- Menyusun ulang kalimat
- Menyesuaikan gaya akademik
- Meningkatkan flow tulisan
Di Tugastuntas.com, kami menyediakan layanan jasa perbaikan bahasa yang khusus untuk artikel jurnal, baik bahasa Indonesia maupun Inggris.
Kami tidak hanya mengoreksi, tapi juga memastikan tulisanmu:
- Lebih ilmiah
- Lebih jelas
- Lebih siap submit
Jika kamu sedang menyusun karya ilmiah atau karil UT, kamu juga bisa langsung cek layanan di:
tugastuntas.com
Lakukan Parafrase Akademik
Sering kali masalah bahasa muncul karena:
- Copy-paste dari sumber lain
- Paragraf terasa “kaku” atau tidak natural
Solusinya adalah parafrase akademik.
Parafrase yang baik:
- Mengubah struktur kalimat
- Tetap mempertahankan makna
- Menghindari plagiarisme
Kami di Tugastuntas.com juga membantu dalam layanan parafrase akademik agar tulisanmu:
- Lebih original
- Lebih natural
- Lebih sesuai standar jurnal
Pahami Author Guidelines
Sebelum submit, pastikan kamu:
- Membaca panduan jurnal
- Mengikuti format yang diminta
- Menyesuaikan gaya sitasi
Ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan.
Lakukan Self-Editing
Sebelum minta bantuan orang lain, kamu bisa lakukan:
- Baca ulang tulisan keras-keras
- Periksa kalimat panjang
- Sederhanakan struktur
Tips dari kami:
Jika satu kalimat lebih dari 20 kata, coba pecah jadi dua.
Gunakan Tools Pendukung
Beberapa tools yang bisa membantu:
- Grammarly (untuk bahasa Inggris)
- KBBI dan PUEBI (untuk bahasa Indonesia)
Namun perlu diingat:
Tools hanya membantu, bukan menggantikan editor manusia.
Minta Peer Review
Mintalah teman atau rekan sejawat untuk membaca tulisanmu.
Mereka bisa membantu:
- Menemukan kalimat tidak jelas
- Memberi feedback logika tulisan
- Mengidentifikasi kesalahan yang kamu lewatkan
Strategi Menulis Bahasa Akademik yang Lebih Baik
Selain solusi teknis, kamu juga perlu meningkatkan skill menulis.
Gunakan Kalimat Sederhana tapi Kuat
Contoh:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel X terhadap Y.
Lebih baik daripada kalimat panjang berbelit.
Hindari Pengulangan
Jangan mengulang ide yang sama dalam satu paragraf.
Gunakan Transisi yang Jelas
Contoh:
- Selain itu
- Namun demikian
- Oleh karena itu
Ini membantu alur tulisan lebih smooth.
Fokus pada Kejelasan
Tanyakan pada diri sendiri:
Apakah orang lain bisa langsung paham tulisan ini?
Jika tidak, revisi.
Kapan Kamu Perlu Bantuan Profesional?
Tidak semua orang punya waktu untuk mengedit secara detail.
Kamu sebaiknya menggunakan jasa profesional jika:
- Deadline mepet
- Target jurnal bereputasi
- Bahasa Inggris bukan bahasa utama kamu
- Sudah ditolak berkali-kali
Di sinilah kami di Tugastuntas.com bisa membantu.
Kami memahami bahwa:
Menulis jurnal bukan hanya soal isi, tapi juga cara menyampaikan.
Dengan pengalaman menangani berbagai karya ilmiah, kami siap membantu kamu:
- Proofreading
- Parafrase akademik
- Editing struktur
- Konsultasi penulisan
Khusus untuk mahasiswa UT atau yang sedang menyusun karil, kamu bisa langsung menghubungi kami!
Hubungi Customer Service via WhatsApp: +62 858-9452-5108
Kesimpulan
Masalah bahasa adalah salah satu penyebab utama jurnal ditolak. Bukan karena penelitianmu tidak bagus, tapi karena:
- Bahasa tidak akademik
- Struktur tidak jelas
- Banyak kesalahan teknis
Kabar baiknya, semua ini bisa diperbaiki.
Dengan:
- Proofreading profesional
- Parafrase akademik
- Pemahaman guideline jurnal
- Latihan menulis
Kamu bisa meningkatkan peluang artikelmu diterima secara signifikan.
Dan jika kamu ingin hasil yang lebih cepat, rapi, dan siap submit, kami di Tugastuntas.com siap membantu kamu secara profesional—tanpa mengubah substansi penelitianmu.
Ingat:
Penelitian yang bagus layak disampaikan dengan bahasa yang juga bagus.
Jangan sampai ide hebatmu gagal hanya karena cara penyampaiannya.
Layanan Yang Kami Tawarkan
-
Desain PowerPointOrder via WhatsApp
Butuh Jasa Pembuatan PowerPoint yang Menarik, Cepat, dan Profesional? Serahkan ke TugasTuntas.com!
Rp250.000 Add to cartRated 4.64 out of 5 -
Joki Karil UTOrder via WhatsApp
Butuh Joki Karil Ilmu Pemerintahan UT? Santai, Kami Siap Bantu!
Rp50.000 – Rp1.500.000Price range: Rp50.000 through Rp1.500.000 Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product pageRated 4.68 out of 5 -
Parafrase TurnitinOrder via WhatsApp
Jasa Cek Plagiasi Turnitin Terpercaya: Hasil Cepat & Akurat!
Rp20.000 Add to cartRated 4.70 out of 5 -
Parafrase TurnitinOrder via WhatsApp
Jasa Parafrase Turnitin: Dijamin Lolos Plagiasi Hanya Dengan Rp 300 Ribu
Rp300.000 Add to cartRated 4.72 out of 5 -
Joki Karil UTOrder via WhatsApp
Joki Karya Ilmiah UT Dijamin Lolos Turnitin, Revisi Gratis!: Yuk Pesan Sekarang
Rp250.000 – Rp1.900.000Price range: Rp250.000 through Rp1.900.000 Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product pageRated 4.65 out of 5 -
Joki Proposal Penelitian UTOrder via WhatsApp
Joki Proposal Penelitian UT Cepat & Rapi | Metode Penelitian UT Digarap Ahlinya di TugasTuntas.com
Rp2.500.000 – Rp3.000.000Price range: Rp2.500.000 through Rp3.000.000 Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product pageRated 4.59 out of 5

















